Jl. Margonda No.492A, Pondok Cina, Depok Senin–Jumat 08.00–21.00 · Sabtu 08.00–18.00
+62 811-1766-161

Scaling Gigi: Sakit atau Tidak, Berapa Bulan Sekali, dan Kenapa Jangan Scaling Sendiri

  • Tim Nirmala Dental
  • 5 menit baca
Dokter gigi membersihkan karang gigi pasien dengan alat scaler

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 56,9% penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut, tetapi hanya 11,2% yang mendapat perawatan dari tenaga medis gigi. Salah satu masalah yang paling sering dibiarkan adalah karang gigi, karena biasanya tidak terasa sakit sampai gusi sudah meradang.

Kabar baiknya, karang gigi mudah ditangani lewat scaling. Artikel ini menjawab pertanyaan yang paling sering kami dengar di klinik: sakit atau tidak, berapa bulan sekali, dan bolehkah scaling sendiri di rumah.

Apa itu karang gigi?

Setiap hari, sisa makanan dan bakteri membentuk lapisan lengket di permukaan gigi yang disebut plak. Plak masih bisa dibersihkan dengan sikat gigi dan benang gigi. Namun plak yang tidak tersikat bersih akan mengeras karena mineral dari air liur, lalu berubah menjadi karang gigi (kalkulus).

Begitu sudah mengeras, karang gigi tidak bisa hilang hanya dengan menyikat gigi. Permukaannya yang kasar juga membuat plak baru semakin mudah menempel.

Bila dibiarkan, karang gigi dapat menyebabkan:

  • Radang gusi (gingivitis): gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
  • Periodontitis: peradangan yang merusak jaringan penyangga gigi, sehingga gigi bisa goyang bahkan lepas.
  • Bau mulut yang tidak hilang walau sudah sikat gigi.

Tanda Anda sudah perlu scaling

Periksakan diri ke dokter gigi bila Anda mengalami salah satu dari kondisi berikut:

  • Gusi berdarah saat menyikat gigi atau memakai benang gigi.
  • Ada kerak kekuningan atau kecokelatan di batas gigi dan gusi. Paling sering terlihat di sisi dalam gigi depan bawah.
  • Bau mulut yang menetap.
  • Gusi tampak merah, bengkak, atau turun.
  • Sudah lebih dari 6 bulan sejak pemeriksaan gigi terakhir.

Bagaimana proses scaling di klinik?

Scaling adalah pembersihan karang gigi secara profesional oleh dokter gigi. Secara umum, prosesnya seperti ini:

  1. Pemeriksaan awal. Dokter memeriksa kondisi gigi dan gusi serta menanyakan riwayat kesehatan Anda.
  2. Pembersihan dengan alat ultrasonik. Alat ini bergetar halus dan menyemprotkan air untuk merontokkan karang gigi.
  3. Pembersihan manual. Alat tangan (scaler) dipakai untuk area sempit yang sulit dijangkau.
  4. Polishing. Permukaan gigi dihaluskan agar plak tidak mudah menempel lagi dan noda ringan ikut terangkat.
  5. Edukasi. Dokter menjelaskan cara menyikat gigi yang tepat dan kapan Anda perlu kembali kontrol.

Prosesnya umumnya berlangsung sekitar 30–60 menit, tergantung banyaknya karang gigi.

Scaling sakit atau tidak?

Sebagian besar pasien tidak merasakan sakit. Yang terasa biasanya getaran, semprotan air, dan sedikit rasa ngilu. Rasa ngilu cenderung lebih terasa bila:

  • karang giginya banyak atau sudah lama tidak dibersihkan,
  • gusinya sedang meradang, atau
  • giginya memang sensitif.

Bila Anda khawatir, sampaikan saja kepada dokter sebelum mulai. Dokter dapat menyesuaikan tekniknya dan, bila perlu, memberikan anestesi (bius) lokal pada area tertentu.

Mitos: “Scaling bikin gigi renggang.” Faktanya, scaling tidak menggeser gigi. Karang gigi yang tebal sering menutupi celah antargigi atau gusi yang sudah turun. Setelah karangnya diangkat, celah itu baru terlihat, padahal sudah ada sebelumnya. Itu juga sebabnya karang gigi sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk.

Berapa bulan sekali sebaiknya scaling?

Untuk kebanyakan orang, scaling dianjurkan setiap 6 bulan sekali, bersamaan dengan pemeriksaan gigi rutin.

Beberapa orang mungkin perlu lebih sering, misalnya setiap 3–4 bulan, sesuai saran dokter:

  • perokok,
  • pengguna behel,
  • penderita diabetes,
  • orang yang karang giginya cepat menumpuk, dan
  • orang yang pernah mengalami radang gusi.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa pemeriksaan gigi tidak perlu menunggu sampai muncul rasa sakit. Pemeriksaan rutin membuat masalah ketahuan lebih awal, sehingga perawatannya lebih ringan dan lebih hemat.

Perawatan setelah scaling

  • Rasa ngilu ringan selama 1–2 hari adalah hal yang wajar.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Bila ngilu, pasta gigi khusus gigi sensitif dapat membantu.
  • Hindari dulu makanan atau minuman yang sangat panas atau sangat dingin bila gigi masih sensitif.
  • Kurangi kopi, teh, dan rokok agar noda tidak cepat menempel lagi.
  • Sikat gigi dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur) dan bersihkan sela gigi dengan benang gigi.

Kebiasaan menyikat gigi pada waktu yang tepat ternyata masih jarang dilakukan. Menurut SKI 2023, hampir semua orang Indonesia menyikat gigi setiap hari, tetapi hanya sekitar 6,2% yang melakukannya di waktu yang benar.

Kenapa jangan scaling sendiri di rumah?

Belakangan, alat scaling rumahan banyak dijual di e-commerce, lengkap dengan video tutorialnya. Pada Juni 2026, dokter gigi di Jakarta kembali mengingatkan bahaya tren perawatan gigi tanpa dokter seperti ini.

Risiko scaling sendiri antara lain:

  • Melukai gusi, sehingga memicu perdarahan, infeksi, atau gusi turun.
  • Mengikis email gigi. Email yang rusak tidak bisa tumbuh kembali dan membuat gigi lebih sensitif.
  • Karang tidak bersih tuntas. Karang di bawah gusi justru yang paling berbahaya, dan bagian ini tidak terlihat maupun terjangkau tanpa alat serta keahlian dokter.
  • Masalah lain tidak terdeteksi. Saat scaling di klinik, dokter juga memeriksa gigi berlubang, kondisi gusi, dan masalah lain sejak dini.

Siapa yang perlu konsultasi dulu sebelum scaling?

Sampaikan riwayat kesehatan Anda kepada dokter gigi bila Anda:

  • memiliki penyakit jantung tertentu atau pernah operasi katup jantung,
  • rutin minum obat pengencer darah,
  • menderita diabetes, atau
  • memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Kondisi-kondisi ini tidak selalu membuat Anda tidak boleh scaling. Dokter hanya perlu menyiapkan langkah pencegahan yang sesuai.

Scaling di Nirmala Dental Depok

Di Nirmala Dental, scaling dilakukan oleh dokter gigi dengan alat ultrasonik modern, disertai pemeriksaan menyeluruh kondisi gigi dan gusi Anda. Lihat detailnya di halaman Perawatan Scaling & Pembersihan Karang Gigi.

Masih pelajar atau mahasiswa? Ada diskon 10% untuk semua perawatan gigi, termasuk scaling. Cukup tunjukkan kartu pelajar atau mahasiswa Anda di resepsionis.

Sumber

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah scaling membuat gigi lebih putih?

Scaling mengangkat karang dan noda di permukaan gigi, sehingga gigi terlihat lebih bersih dan cerah. Namun scaling tidak mengubah warna asli gigi. Untuk memutihkan warna gigi, prosedurnya adalah bleaching.

Berapa lama proses scaling?

Umumnya sekitar 30–60 menit, tergantung banyaknya karang gigi dan kondisi gusi. Bila karang sangat banyak atau berada jauh di bawah gusi, dokter dapat membaginya menjadi beberapa kunjungan.

Apakah pengguna behel boleh scaling?

Boleh, bahkan dianjurkan. Bracket dan kawat membuat plak lebih mudah menumpuk, sehingga pengguna behel sering perlu scaling lebih rutin. Diskusikan jadwalnya dengan dokter gigi Anda.

Setelah scaling, kapan boleh makan dan minum?

Anda bisa makan dan minum seperti biasa setelah scaling. Bila gigi terasa ngilu, hindari dulu makanan dan minuman yang sangat panas atau sangat dingin selama satu sampai dua hari.

Apakah gusi berdarah setelah scaling itu normal?

Sedikit perdarahan pada gusi yang sebelumnya meradang adalah hal yang wajar dan biasanya berhenti dalam satu sampai dua hari. Bila perdarahan banyak atau tidak kunjung berhenti, segera hubungi dokter gigi.

Ingin diperiksa langsung?

Setiap kondisi gigi berbeda. Konsultasikan keluhan Anda dengan dokter gigi Nirmala Dental di Jl. Margonda No.492A, Pondok Cina, Depok.

Buat Janji via WhatsApp

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi.