Jl. Margonda No.492A, Pondok Cina, Depok Senin–Jumat 08.00–21.00 · Sabtu 08.00–18.00
+62 811-1766-161

Gigi Bungsu Tumbuh Miring (Impaksi): Tanda, Kapan Harus Dioperasi, dan Masa Pemulihannya

  • Tim Nirmala Dental
  • 4 menit baca
Dokter gigi menjelaskan hasil rontgen gigi kepada pasien

Gusi paling belakang terasa nyeri, bengkak, sampai sulit membuka mulut? Keluhan ini sering disebabkan oleh gigi bungsu yang tumbuh miring atau tertanam, yang secara medis disebut gigi bungsu impaksi.

Banyak orang menunda memeriksakannya karena takut “operasi”. Padahal, semakin lama dibiarkan, risiko komplikasinya semakin besar. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu gigi bungsu dan kenapa sering bermasalah?

Gigi bungsu adalah geraham ketiga, gigi paling belakang di setiap sisi rahang. Gigi ini tumbuh paling akhir, umumnya di usia 17–25 tahun.

Karena tumbuh paling akhir, sering kali ruang di rahang sudah tidak cukup. Akibatnya gigi bungsu tidak bisa keluar sempurna dan terhalang oleh gusi, tulang, atau gigi di depannya. Kondisi inilah yang disebut impaksi.

Posisi gigi bungsu impaksi bisa bermacam-macam:

  • Miring ke depan, menabrak geraham di depannya. Ini posisi yang paling sering ditemui.
  • Mendatar (horizontal), tertidur di dalam tulang rahang.
  • Tegak tetapi tertanam, tidak muncul ke permukaan gusi.
  • Miring ke belakang, menjauhi gigi lain.

Gigi bisa tertanam sebagian, yaitu hanya sebagian mahkotanya yang muncul, atau seluruhnya, yaitu tidak terlihat sama sekali.

Tanda-tanda gigi bungsu impaksi

  • Nyeri di gusi paling belakang, terutama saat mengunyah.
  • Gusi di belakang tampak bengkak, merah, atau menutupi sebagian gigi.
  • Sulit atau sakit saat membuka mulut lebar.
  • Bau mulut atau rasa tidak enak di bagian belakang mulut.
  • Nyeri yang menjalar ke telinga, rahang, atau kepala.
  • Makanan sering terselip di gigi paling belakang.
  • Pipi atau rahang bengkak.

Gigi bungsu impaksi juga bisa tidak bergejala sama sekali dan baru ketahuan dari rontgen. Karena itu pemeriksaan rutin tetap penting.

Risiko bila dibiarkan

Gigi bungsu impaksi yang dibiarkan dapat menimbulkan:

  • Perikoronitis, yaitu infeksi pada gusi yang menutupi sebagian gigi bungsu. Kondisi ini bisa kambuh berulang kali dan menyebabkan bengkak.
  • Gigi berlubang pada geraham di depannya, karena sela di antara keduanya sulit dibersihkan.
  • Kerusakan akar gigi sebelah akibat tekanan dari gigi bungsu yang miring.
  • Kista di sekitar gigi yang tertanam. Kasusnya jarang, tetapi dapat merusak tulang rahang.

Apakah semua gigi bungsu harus dicabut?

Tidak. Gigi bungsu yang tumbuh lurus, punya ruang cukup, bisa disikat bersih, dan tidak menimbulkan keluhan boleh dipertahankan, dengan catatan dipantau secara rutin.

Pencabutan biasanya disarankan bila gigi bungsu:

  • menimbulkan nyeri atau infeksi berulang,
  • merusak atau membuat berlubang gigi di depannya,
  • berada dalam posisi yang hampir pasti akan menimbulkan masalah, atau
  • perlu dicabut sebagai bagian dari rencana perawatan lain, misalnya ortodonti.

Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan klinis dan rontgen panoramik. Rontgen menunjukkan posisi gigi, kedalamannya di dalam tulang, dan jaraknya dari saraf rahang bawah. Informasi tersebut sangat penting untuk merencanakan tindakan yang aman.

Seperti apa operasi gigi bungsu (odontektomi)?

Odontektomi adalah tindakan bedah kecil untuk mengangkat gigi yang tertanam atau tidak bisa dicabut dengan cara biasa. Tahapannya secara umum:

  1. Bius lokal di area gigi. Anda tetap sadar, tetapi tidak merasakan sakit.
  2. Membuka gusi untuk menjangkau gigi.
  3. Mengurangi sedikit tulang yang menutupi gigi, bila diperlukan.
  4. Membagi gigi menjadi beberapa bagian agar bisa diangkat dengan trauma seminimal mungkin.
  5. Membersihkan dan menjahit area operasi.

Lamanya tindakan bergantung pada posisi dan tingkat kesulitan gigi. Kasus impaksi yang kompleks sebaiknya ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial (Sp.BM/Sp.BMMF).

Masa pemulihan: apa yang normal?

Hal-hal berikut wajar terjadi setelah operasi:

  • Bengkak di pipi, umumnya paling terasa di hari ke-2 sampai ke-3, lalu mereda.
  • Nyeri yang dapat dikendalikan dengan obat sesuai resep dokter.
  • Sedikit rembesan darah di hari pertama.
  • Kaku saat membuka mulut selama beberapa hari.

Secara umum, penyembuhan jaringan gusi berlangsung sekitar 1–2 minggu.

Tips agar pemulihan lancar

  • Gigit kasa sesuai arahan dokter untuk menghentikan perdarahan.
  • Kompres dingin di pipi pada hari pertama untuk mengurangi bengkak.
  • Jangan berkumur keras, meludah, atau minum dengan sedotan di hari-hari awal. Gerakan ini bisa melepas bekuan darah di lubang bekas cabut dan memicu dry socket, yaitu nyeri hebat karena luka terbuka.
  • Jangan merokok selama masa penyembuhan.
  • Makan makanan lunak yang tidak terlalu panas, misalnya bubur, sup hangat, telur, atau yoghurt.
  • Minum obat sesuai resep dan datang ke jadwal kontrol.

Segera hubungi dokter bila

  • perdarahan tidak berhenti walau sudah menggigit kasa,
  • muncul demam, atau bengkak justru membesar setelah hari ke-3,
  • nyeri hebat muncul lagi sekitar hari ke-3 atau ke-4, yang bisa menjadi tanda dry socket, atau
  • bibir atau dagu mati rasa dan tidak kunjung pulih.

Kenapa sebaiknya tidak ditunda?

Pada usia muda, akar gigi bungsu umumnya belum terbentuk sempurna dan tulang rahang masih lebih lentur. Karena itu, pencabutan cenderung lebih mudah dan pemulihannya lebih cepat.

Menunda sampai terjadi infeksi berulang justru bisa membuat tindakan menjadi lebih kompleks. Gigi di depannya pun mungkin sudah ikut rusak.

Konsultasi gigi bungsu di Nirmala Dental Depok

Nirmala Dental memiliki dokter gigi spesialis bedah mulut, drg. Antonius Kevin Arlen, Sp.BMMF, untuk menangani gigi bungsu impaksi dan pencabutan gigi sulit. Penanganannya dimulai dari pemeriksaan dan rontgen hingga tindakan dan kontrol pasca-operasi.

Pelajari lebih lanjut di halaman Pencabutan Gigi Sulit & Gigi Bungsu Impaksi dan Odontektomi. Punya asuransi kesehatan? Nirmala Dental bisa pakai asuransi dari 15 mitra asuransi dan perusahaan, sesuai ketentuan polis masing-masing.

Sumber

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah operasi gigi bungsu sakit?

Selama tindakan, area operasi dibius lokal sehingga Anda tidak merasakan sakit, hanya tekanan atau getaran. Setelah bius hilang, nyeri dan bengkak adalah hal yang wajar dan dapat dikendalikan dengan obat dari dokter.

Apakah semua gigi bungsu harus dicabut?

Tidak. Gigi bungsu yang tumbuh lurus, punya cukup ruang, bisa dibersihkan dengan baik, dan tidak menimbulkan keluhan dapat dipertahankan dengan pemeriksaan rutin. Keputusan pencabutan diambil berdasarkan pemeriksaan klinis dan rontgen.

Berapa lama bengkak setelah operasi gigi bungsu?

Bengkak umumnya paling terasa pada hari ke-2 sampai ke-3, lalu berangsur mereda. Sebagian besar pasien bisa kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari, sementara penyembuhan jaringan gusi umumnya sekitar 1–2 minggu.

Apakah boleh mencabut gigi bungsu kiri dan kanan sekaligus?

Bisa, tergantung kondisi gigi, kesehatan umum, dan pertimbangan dokter. Dokter akan menjelaskan pilihan sekaligus atau bertahap beserta kelebihan masing-masing.

Apakah operasi gigi bungsu bisa ditanggung asuransi?

Sebagian polis asuransi kesehatan menanggung tindakan bedah gigi seperti odontektomi. Nirmala Dental bekerja sama dengan 15 mitra asuransi dan perusahaan. Hubungi admin kami via WhatsApp untuk cek kepesertaan dan ketentuan polis Anda.

Ingin diperiksa langsung?

Setiap kondisi gigi berbeda. Konsultasikan keluhan Anda dengan dokter gigi Nirmala Dental di Jl. Margonda No.492A, Pondok Cina, Depok.

Buat Janji via WhatsApp

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi.